Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia mengungkapkan, pembangunan Rumah Belajar dan penyediaan listrik tenaga surya di Kampung Lete Palolo tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak kunjungan pertamanya ke desa tersebut pada Desember tahun lalu.
Saat itu, Audrey melihat langsung kondisi masyarakat yang belum menikmati aliran listrik sehingga anak-anak kesulitan belajar pada malam hari.
“Saya tidak bisa membayangkan kalau saya berada di posisi anak-anak di sini. Apakah saya bisa sampai menjadi Miss Indonesia? Karena itu saya bersikeras agar proyek ini bisa dilaksanakan di Sumba Barat Daya,” ujarnya.
Audrey berharap kehadiran listrik bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membangkitkan semangat generasi muda untuk terus mengejar cita-cita.
“Saya berharap yang terus menyala bukan hanya lampu atau listrik, tetapi juga semangat juang anak-anak Kampung Lete Palolo. Saya juga berharap dua atau tiga tahun lagi ketika saya kembali, gedung ini masih bersih dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” katanya.
Energi Surya jadi Fondasi Pendidikan dan Pembangunan
Chief Residential Solutions ATW Group sekaligus Ketua Yayasan Cita Kasih Global (ALFABET Group), Albert Nathaniel, menjelaskan sistem PLTS yang dipasang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan