“Pelatih dituntut jeli menyusun starting XI dan pergantian pemain di momen krusial. Argentina telah menunjukkan mental juaranya. Spanyol penuh energi untuk menggagalkan Argentina back to back kampiun,” katanya.

Scaloni Dinilai Hadapi Tantangan Lebih Berat

Gusnul juga memberikan apresiasi kepada pelatih Argentina Lionel Scaloni yang dinilai sukses menyatukan pemain-pemain yang berasal dari berbagai kompetisi Eropa menjadi satu tim yang solid.

Dari 26 pemain yang dibawa ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sebanyak 23 pemain Argentina berkarier di berbagai liga Eropa.

Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente dinilai lebih mudah membangun chemistry karena mayoritas pemainnya berasal dari kompetisi domestik La Liga.

“Dari sisi membangun chemistry tim, saya kira tantangan Lionel Scaloni lebih berat dari Luis de la Fuente. Tapi, dia mampu menyatukan para pemain Argentina menjadi tim solid dan menerapkan game plan sangat baik,” pungkas Gusnul Yakin. (*/rnc)