Kalabahi, RakyatNTT.ID – Festival Budaya Ala Baloe Musim Panen Tahun 2026 resmi digelar di Kampung Adat Tulagadong, Desa Bampalola, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Jumat (4/7/2026).

Festival budaya tahunan ini menjadi momentum penting untuk melestarikan tradisi leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Alor.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH., MH., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, S.Sos., M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syafyudin Djawa, SH., serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Alor.

Kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus menyaksikan secara langsung prosesi adat makan baru padi, tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kampung Adat Tulagadong.

Ritual Makan Baru Padi jadi Ungkapan Syukur

Ritual makan baru padi merupakan agenda adat yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas hasil panen padi yang melimpah.

Tradisi ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat karena menjadi simbol penghormatan terhadap alam, leluhur, serta harapan akan keberkahan musim tanam berikutnya.

Selain sebagai ungkapan syukur, ritual tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai adat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Pemkab Alor Tegaskan Budaya Dukung Pembangunan Daerah

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Belly, menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat, tetua kampung, dan seluruh masyarakat yang telah menjaga serta melestarikan Festival Budaya Ala Baloe hingga terus berlangsung setiap tahun.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Wakil Bupati bersama jajaran pemerintah daerah menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

“Orang yang berbudaya adalah orang yang memahami adat, dan orang yang memahami adat adalah mereka yang mampu mengelola budaya untuk mendukung pembangunan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Melkisedek, budaya dan pembangunan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Nilai-nilai budaya menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.

Tradisi Harus Terus Diwariskan

Sekda Alor juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.

Ia berharap ritual makan baru padi tetap dilaksanakan secara berkelanjutan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Saya berharap kegiatan makan baru padi ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus diwariskan secara turun-temurun agar menjadi tradisi yang semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.

Selain itu, ia meminta organisasi perangkat daerah terkait untuk memberikan perhatian terhadap berbagai potensi budaya dan wisata yang dimiliki Kampung Adat Tulagadong agar dapat dikembangkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perkuat Identitas Budaya dan Potensi Wisata

Festival Budaya Ala Baloe tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi leluhur, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Alor.

Melalui penyelenggaraan festival ini, masyarakat diharapkan semakin bangga terhadap warisan budaya yang dimiliki sekaligus memperkuat persatuan dan identitas daerah.

Pemerintah Kabupaten Alor pun berkomitmen terus mendukung berbagai kegiatan budaya sebagai bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal, mendorong sektor pariwisata, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis budaya. (rnc)