Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
KANKER prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang pria, terutama mereka yang berusia lanjut. Kondisi ini kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak orang bertanya-tanya apakah penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah.
Hingga saat ini, belum ada metode yang terbukti mampu mencegah kanker prostat secara pasti. Berbagai penelitian mengenai pencegahannya masih menunjukkan hasil yang beragam dan belum dapat memastikan satu cara yang benar-benar efektif.
Meski demikian, para ahli kesehatan menyebut sejumlah kebiasaan hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat. Selain bermanfaat bagi kesehatan prostat, pola hidup sehat juga berperan menjaga kesehatan jantung, metabolisme, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Berikut empat kebiasaan yang direkomendasikan untuk membantu menurunkan risiko kanker prostat.
1. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayuran
Mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari menjadi salah satu langkah sederhana yang dianjurkan para ahli.
Buah dan sayuran mengandung beragam vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang berperan menjaga kesehatan tubuh. Pola makan yang kaya buah dan sayur juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi.
Meski belum terbukti secara langsung mencegah kanker prostat, pola makan sehat tetap dianjurkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
2. Batasi Lemak dan Produk Olahan Susu
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak berpotensi meningkatkan risiko kanker prostat, meskipun hasil penelitian lainnya belum menemukan hubungan yang konsisten.
Karena itu, para ahli menyarankan untuk membatasi makanan berlemak, terutama yang berasal dari daging merah dan produk olahan susu tinggi lemak.
Spesialis urologi, dr Adistra Imam Satjakoesoemah, SpU, FICS, menjelaskan bahwa beberapa jenis makanan memiliki sifat prokarsinogenik yang dapat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
“Red meat (daging merah), kemudian dairy food, susu dan produk turunannya. Itu ada chance, ada risiko. Sekali lagi ini bukan menyebabkan ya, tapi ada risiko,” ujarnya.
Untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat, masyarakat disarankan memilih daging tanpa lemak, mengurangi penggunaan minyak atau mentega saat memasak, serta mengonsumsi susu rendah lemak.
3. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik secara teratur juga diyakini berperan dalam menurunkan risiko kanker prostat.
Berbagai penelitian menunjukkan pria yang aktif berolahraga cenderung memiliki risiko kanker prostat lebih rendah dibandingkan mereka yang menjalani gaya hidup kurang bergerak.
Selain menjaga kesehatan prostat, olahraga juga bermanfaat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, serta membantu menjaga berat badan ideal.
Organisasi kesehatan merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu atau aktivitas berat selama 75 hingga 150 menit per minggu.
Menurut dr Adistra, gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk dan minim aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk gangguan pada prostat.
“Kaum-kaum mager baiknya itu lebih banyak bergerak. Semuanya sih bisa risk-nya meningkat, sakit jantung dan lain-lain. Jadi olahraga teratur dan aktivitas fisik sangat penting,” katanya.
4. Jaga Berat Badan Ideal
Menjaga berat badan tetap ideal juga menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko kanker prostat.
Obesitas diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, termasuk beberapa jenis kanker.
Bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih, penurunan berat badan dapat dilakukan melalui pengaturan pola makan, mengurangi asupan kalori, dan meningkatkan aktivitas fisik secara rutin.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Kanker Prostat
Selain pola hidup, terdapat beberapa faktor yang tidak dapat diubah dan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker prostat, antara lain:
- Usia. Risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 60 persen kasus ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun.
- Riwayat keluarga. Seseorang memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi apabila memiliki anggota keluarga dekat yang pernah menderita kanker prostat.
- Faktor genetik. Mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2, yang dapat diwariskan dalam keluarga, diketahui meningkatkan risiko kanker prostat.
- Obesitas. Pria dengan obesitas berpotensi memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker prostat dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.
Meskipun belum ada cara yang dapat mencegah kanker prostat secara mutlak, menerapkan pola hidup sehat sejak dini dapat membantu menurunkan berbagai faktor risiko sekaligus meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi pria berusia di atas 50 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga kanker prostat, juga penting untuk mendeteksi penyakit sedini mungkin. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan