Sebagian pemain Prancis menganggap bola lebih dahulu mengenai tangan Yamal sebelum kontak terjadi. Namun VAR tetap mengesahkan keputusan di lapangan.

Analis wasit ITV, Christina Unkel, menjelaskan bola mengenai bagian bahu atau sleeve Yamal yang menurut Laws of the Game bukan termasuk handball. Karena itu, keputusan penalti dinilai sudah tepat dan tidak memiliki dasar untuk dibatalkan.

Gol penalti Oyarzabal kemudian menjadi titik balik yang membawa Spanyol menguasai jalannya pertandingan.

Dominasi Lini Tengah Lumpuhkan Prancis

Keputusan Luis de la Fuente kembali mencadangkan Pedri terbukti efektif. Kombinasi Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo menghadirkan keseimbangan antara kreativitas, distribusi bola, hingga perlindungan terhadap lini belakang.

Dani Olmo mendapat kebebasan bergerak di area tengah dan menjadi motor serangan Spanyol. Ia mencatat assist untuk gol Pedro Porro setelah membangun kombinasi cepat yang membelah pertahanan Prancis.

Fabian Ruiz tampil dominan dalam duel-duel lini tengah dengan beberapa kali merebut penguasaan bola dan membantu transisi permainan.

Sementara Rodri kembali menunjukkan kelasnya sebagai pengatur tempo sekaligus pelindung lini pertahanan, membuat Prancis kesulitan mengembangkan permainan sepanjang 90 menit.

Mbappe Tak Berkutik di Hadapan Pertahanan Spanyol

Kylian Mbappe yang sebelumnya tampil tajam sepanjang Piala Dunia 2026 gagal memberikan dampak berarti pada semifinal.