“Kami memulai hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide, dan kami tetap setia pada ide itu hingga membawa kami ke titik ini. Hari ini kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi mereka menghadapi tim terbaik di dunia. Itulah perbedaannya,” ujar De la Fuente.

Pelatih berusia 65 tahun itu juga memberikan apresiasi kepada seluruh skuad yang dinilainya terus menunjukkan komitmen, solidaritas, serta kualitas sepanjang turnamen.

Pedro Porro: Mimpi Menjadi Nyata

Pedro Porro mengaku sulit menyembunyikan rasa bahagianya setelah mencetak gol sekaligus membawa Spanyol lolos ke final Piala Dunia.

“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Jauh melampaui impian terbesar saya. Kami memainkan pertandingan yang luar biasa dan melakukan semua yang diperlukan untuk mencapai final,” kata Porro.

Meski menjadi pencetak gol kedua sekaligus pemain terbaik pertandingan, bek Tottenham itu menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.

“Kami tahu akan menghadapi lawan yang sangat kuat. Ini adalah pencapaian tim, bukan pencapaian saya. Semua pemain tampil fantastis,” tambahnya.

Kontroversi Penalti Lamine Yamal jadi Sorotan

Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan dalam laga ini adalah keputusan wasit memberikan penalti kepada Spanyol setelah Lucas Digne melanggar Lamine Yamal.