Menurutnya, akademisi Indonesia perlu memanfaatkan berbagai sumber pendanaan global dan tidak hanya bergantung pada program beasiswa maupun pendanaan konvensional seperti LPDP atau DAAD Jerman.

“Horizon Europe merupakan salah satu program pendanaan riset terbesar di dunia yang memberikan peluang besar bagi perguruan tinggi Indonesia untuk terlibat dalam proyek-proyek penelitian internasional,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Tatas Broto Sudarmo menjelaskan bahwa Indonesia masuk dalam kategori third countries yang tetap memiliki hak penuh untuk mengakses berbagai skema pendanaan Uni Eropa, selama mampu membangun konsorsium internasional yang kompetitif.

“Tugas kami di Euraxess adalah mempromosikan Eropa sebagai mitra strategis, memfasilitasi kemitraan, serta memberikan pelatihan penulisan proposal pendanaan global. Fokus pendanaan diarahkan pada isu perubahan iklim dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” jelasnya.

Empat Skema Pendanaan yang Bisa Diakses Perguruan Tinggi Indonesia

Euraxess memperkenalkan sejumlah program unggulan yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, dosen, peneliti, hingga tenaga kependidikan di Indonesia.

1. Marie Skłodowska-Curie Actions (MSCA)

Program ini menyediakan pendanaan untuk pendidikan doktoral dan penelitian pascadoktoral. Peserta memperoleh berbagai fasilitas seperti tunjangan hidup, tunjangan mobilitas internasional, hingga tunjangan keluarga.