Sementara di Rumah Adat Loe Bau Reu Kaluk, masyarakat menyajikan kopi tumbuk, jagung bunga, dan kacang goreng sebagai hidangan khas untuk menyambut para tamu.

Makan Adat dan Ritual Holek jadi Daya Tarik Utama

Puncak kegiatan berlangsung melalui Mot Mil Gine, En Gawa Gini Gie, yakni tradisi makan bersama secara adat yang menjadi simbol persaudaraan, kebersamaan, serta penguatan hubungan sosial antara masyarakat dan tamu kehormatan.

Salah satu tradisi yang paling menarik perhatian Ny. Tri Tito Karnavian adalah Holek, yaitu ritual pengambilan madu hutan.

Sebelum memanen madu dari sarang lebah di pohon-pohon tinggi, masyarakat terlebih dahulu melantunkan syair dan pantun adat sebagai bentuk penghormatan kepada alam.

Tradisi tersebut mencerminkan filosofi hidup masyarakat Bunaq yang menempatkan manusia sebagai bagian dari alam sehingga setiap pemanfaatan sumber daya harus dilakukan dengan penuh rasa hormat.

Rangkaian ritual kemudian ditutup dengan Tei Lete atau tebe bersama sebagai simbol persatuan, kesepakatan, dan doa keselamatan.

Makan adat bersama di Kampung Adat Duarato, Belu.

Dihadiri Berbagai Tokoh Nasional dan Daerah

Ritual Ukun Naran Bunaq turut dihadiri berbagai tokoh dari tingkat nasional maupun daerah.