Waibakul, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sumba Tengah, M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si., menerima kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam rangka peluncuran NTT Mart by OSOP (One School One Product) serta sosialisasi Peraturan Gubernur NTT tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat yang berlangsung di SMK Negeri 1 Waibakul, Selasa (16/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTT didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT serta Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Partai Golkar.

Kegiatan itu juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumba Tengah, Kepala UPT Samsat Provinsi NTT, Kepala Cabang Wilayah VII Kelas A Sumba, koordinator pengawas SMA/SMK/SLB, para kepala sekolah, guru, pengurus OSIS, hingga para siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menjelaskan bahwa program NTT Mart by OSOP dirancang untuk memastikan proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mampu membentuk keterampilan kewirausahaan peserta didik.

Menurutnya, OSOP merupakan bentuk literasi kehidupan yang mengajarkan siswa memahami proses produksi, pemasaran, hingga pengelolaan usaha. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Tengah, M. Umbu Djoka, menyampaikan apresiasi atas program yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa capaian NTT Mart Sumba Tengah saat ini berhasil menempati posisi kedua dalam penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Provinsi NTT.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi yang baik, Sumba Tengah mampu bersaing dengan daerah lain di NTT. Kami berharap NTT Mart di SMK Negeri 1 Waibakul dapat mengikuti jejak keberhasilan NTT Mart yang dikelola Dekranasda Sumba Tengah dan menjadi yang terbaik di tingkat provinsi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT menegaskan bahwa peluncuran NTT Mart by OSOP dan sosialisasi Gerakan Jam Belajar merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Menurutnya, lahirnya NTT Mart didorong oleh keprihatinan terhadap masih terbatasnya akses pasar bagi berbagai produk unggulan UMKM di Nusa Tenggara Timur.

“NTT Mart lahir dari kegelisahan bahwa banyak produk di NTT yang sulit mendapatkan pasar untuk dijual secara baik. Banyak produk UMKM yang berada jauh dari pusat pasar sehingga kurang dikenal dan kurang memiliki akses pemasaran,” ungkapnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan NTT Mart.

Ia mengaku bangga karena NTT Mart yang dikelola Dekranasda Sumba Tengah berhasil menempati peringkat kedua dibandingkan daerah lainnya di Provinsi NTT.

“Ini membuktikan bahwa meskipun Sumba Tengah memiliki berbagai keterbatasan, namun dengan kegigihan, inovasi, dan terobosan yang dilakukan, mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan dan bahkan mengungguli sejumlah kabupaten lainnya di NTT,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa melalui program NTT Mart by OSOP, pemerintah ingin mendorong peserta didik memiliki jiwa kewirausahaan sejak dini.

Program tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan pada jenjang SMA dan SMK, tetapi juga dapat dikembangkan hingga tingkat SMP dan SD.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kewirausahaan pelajar, dan implementasi Gerakan Jam Belajar di lingkungan masyarakat. (*/rnc)