Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Larantuka, RakyatNTT.ID – Hidup di balik jeruji tak memadamkan harapan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Larantuka untuk menatap masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan bercocok tanam, mereka belajar membangun kemandirian sekaligus menyiapkan bekal kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Pada awalnya, para warga binaan belajar bertani secara otodidak. Tanpa bekal ilmu pertanian, mereka hanya menanam, menyiram, lalu memanen hasil yang diperoleh. Meski sederhana, hasil panen tersebut mampu mereka jual dengan cara berkeliling dari rumah ke rumah hingga ke berbagai kantor.
Aktivitas itu menarik perhatian Yohana Benga Kian, penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur yang tinggal tidak jauh dari lokasi Rutan.
“Jadi saya tanya, dari mana? Nah, ini kan wilayah binaan saya. Jadi saya berkoordinasi, konsultasi dengan Pak Kepala Rutan,” ujar perempuan yang akrab disapa Jeni itu di sela kegiatan Penanaman 1.000 Bibit Cabai, Rabu (17/6/2026).
Setelah berkomunikasi dengan Kepala Rutan Kelas IIB Larantuka, Jaka Putra, Jeni mendapat dukungan penuh untuk melakukan pembinaan kepada warga binaan. Bersama sekitar 30 warga binaan, ia kemudian membentuk kelompok tani yang diberi nama Bui Nagi.
Sejak Januari 2026, Jeni secara rutin mendampingi kelompok tersebut. Berbekal pengalaman sebagai penyuluh pertanian selama 18 tahun, ia memberikan pembinaan mulai dari administrasi kelompok, manajemen, dinamika kelompok, hingga teknik budidaya pertanian yang benar.
“Kami mulai memberikan pemberdayaan dari segi administrasi, manajemen kelompok, dinamika kelompok, juga langsung teknis di lapangan. Saya melihat banyak warga binaan yang memiliki potensi dan kemauan untuk menanam, hanya saja mereka membutuhkan pendampingan,” katanya.
Melalui pendampingan tersebut, warga binaan mulai mengenal penggunaan pupuk organik dan anorganik, waktu yang tepat untuk menanam dan memupuk, serta teknik budidaya yang sesuai prosedur. Bahkan, untuk media pembibitan cabai, mereka tidak lagi menggunakan polybag plastik, melainkan memanfaatkan kulit pisang sebagai wadah yang lebih ramah lingkungan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Kelompok Tani Bui Nagi berhasil memanen berbagai komoditas seperti jagung manis, kangkung, bayam, timun, garum, serai merah, dan okra.
Khusus untuk budidaya cabai, seluruh tahapan dilakukan secara serius sejak Maret 2026. Pengolahan lahan dilakukan menggunakan traktor, pembuatan bedengan, pemberian pupuk dasar, hingga penyemaian bibit sesuai standar pertanian.
Jeni juga mengajarkan pemanfaatan daun-daun kering dan daun pisang sebagai mulsa alami untuk menjaga kelembapan tanah serta mengurangi penguapan, mengingat lokasi pertanian berada di wilayah pesisir yang memiliki suhu cukup tinggi.
Ia mengapresiasi dukungan Kepala Rutan Kelas IIB Larantuka yang terus memberikan motivasi kepada warga binaan untuk memanfaatkan waktu selama menjalani masa pidana dengan kegiatan yang produktif.
“Kita juga bersyukur dan mengapresiasi Pak Kepala Rutan karena mereka sangat responsif. Beliau sangat mendukung kegiatan pertanian ini,” ujarnya.
Perempuan berusia 50 tahun itu mengaku bangga melihat semangat belajar para warga binaan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama berada di Rutan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat.
“Saat mereka pulang nanti, mereka bisa bergabung kembali dengan kelompok tani di desa masing-masing atau bahkan membentuk kelompok tani baru. Dengan begitu, kegiatan pertanian tidak berhenti di Rutan, tetapi menjadi harapan baru agar mereka bisa kembali produktif,” ungkapnya.
Keberadaan Kelompok Tani Bui Nagi menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam rumah tahanan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga membuka ruang bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan dan harapan baru demi masa depan yang lebih baik.
Dari balik jeruji, mereka menanam benih harapan. Dengan ketekunan dan semangat belajar, harapan itu perlahan tumbuh dan diharapkan kelak berbuah menjadi kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke tengah masyarakat. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan