Larantuka, RakyatNTT.ID – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Sabtu (20/6/2026) pukul 14.40 WITA.

Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanis setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau mencapai 2.184 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra Mahendra, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara hingga timur laut.

“Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 14.40 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ±600 meter di atas puncak atau ±2.184 meter di atas permukaan laut,” demikian keterangan Badan Geologi yang dikutip pada Sabtu (20/6/2026).

Aktivitas vulkanik tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter dan durasi erupsi sekitar 42 detik.

Hingga laporan ini disampaikan, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus dipantau secara intensif oleh petugas pengamatan gunung api.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar gunung tersebut.

Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi demi menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sekitar lereng gunung diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.

Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanis agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu.

Masyarakat diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik dalam beberapa waktu ke depan. (*/rnc)