Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kalabahi, RakyatNTT.ID – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Alor periode 2026–2031 mulai menghangat. Sejumlah kader disebut-sebut akan bersaing memperebutkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Alor.
Salah satu nama yang menyatakan kesiapannya adalah Gabriel Yan Laumakiling. Anggota DPRD Kabupaten Alor dari Daerah Pemilihan (Dapil) II itu menegaskan siap mengikuti kontestasi pemilihan ketua dalam Musda yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026.
Musda Dinilai jadi Momentum Konsolidasi Partai
Gabriel mengatakan Musda bukan sekadar agenda memilih ketua baru, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah Partai Golkar menghadapi tantangan politik ke depan.
Menurutnya, pemimpin yang terpilih nantinya harus memiliki kapasitas membawa Partai Golkar semakin maju, dekat dengan masyarakat, serta mampu mengembalikan kejayaan partai di Kabupaten Alor.
“Musda harus dimaknai sebagai ajang demokrasi yang bermartabat, bukan menjadi arena perpecahan. Ini adalah momentum untuk memperkuat soliditas partai dan melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan politik ke depan,” ujarnya kepada media, Sabtu (27/6/2026).
Semua Kader Punya Hak yang Sama
Gabriel menegaskan setiap kader Partai Golkar memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor.
Menurutnya, munculnya banyak kandidat justru menjadi indikator bahwa proses kaderisasi di tubuh Partai Golkar berjalan dengan baik dan berhasil melahirkan kader-kader yang siap memimpin organisasi.
“Semua kader memiliki peluang yang sama untuk mengambil bagian dalam kompetisi ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pengkaderan Partai Golkar telah berhasil melahirkan kader-kader terbaik yang siap mengemban amanah memimpin partai. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua sebagai kader Golkar,” katanya.
Kepentingan Partai Harus Diutamakan
Gabriel menegaskan menang atau kalah dalam Musda bukanlah tujuan utama. Hal yang lebih penting adalah memastikan siapa pun yang terpilih mampu menjadi pemimpin bagi seluruh kader tanpa membedakan kelompok maupun kepentingan tertentu.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, sekaligus membangun tata kelola partai yang terbuka, profesional, transparan, dan akuntabel.
“Pengelolaan partai harus mengedepankan profesionalitas, bukan didasarkan pada suka atau tidak suka. Kepentingan partai harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.
Ajak Kader Jaga Persatuan
Menjelang pelaksanaan Musda, Gabriel mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk menghormati seluruh tahapan organisasi sesuai aturan yang berlaku, menjaga persatuan, serta menerima hasil pemilihan dengan jiwa besar.
Menurutnya, soliditas internal menjadi modal utama bagi Partai Golkar untuk menghadapi berbagai agenda politik pada masa mendatang.
“Mari kita menjaga keutuhan dan persaudaraan sesama kader. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin merupakan pilihan terbaik berdasarkan mekanisme partai. Kepentingan Partai Golkar jauh lebih besar daripada kepentingan pribadi ataupun kelompok,” ujarnya.
Target Tingkatkan Elektabilitas Golkar
Gabriel berharap kepemimpinan baru DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor mampu meningkatkan elektabilitas partai, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta mengantarkan Golkar meraih hasil terbaik pada setiap kontestasi politik, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ia optimistis, dengan kepemimpinan yang kuat dan organisasi yang solid, Partai Golkar akan semakin mendapat kepercayaan masyarakat.
“Dengan kepemimpinan yang kuat dan solid, saya optimistis Partai Golkar akan semakin dipercaya masyarakat dan mampu menjadi jembatan dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan