Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, munculnya banyak kandidat justru menjadi indikator bahwa proses kaderisasi di tubuh Partai Golkar berjalan dengan baik dan berhasil melahirkan kader-kader yang siap memimpin organisasi.
“Semua kader memiliki peluang yang sama untuk mengambil bagian dalam kompetisi ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pengkaderan Partai Golkar telah berhasil melahirkan kader-kader terbaik yang siap mengemban amanah memimpin partai. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua sebagai kader Golkar,” katanya.
Kepentingan Partai Harus Diutamakan
Gabriel menegaskan menang atau kalah dalam Musda bukanlah tujuan utama. Hal yang lebih penting adalah memastikan siapa pun yang terpilih mampu menjadi pemimpin bagi seluruh kader tanpa membedakan kelompok maupun kepentingan tertentu.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa, sekaligus membangun tata kelola partai yang terbuka, profesional, transparan, dan akuntabel.
“Pengelolaan partai harus mengedepankan profesionalitas, bukan didasarkan pada suka atau tidak suka. Kepentingan partai harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” tegasnya.
Ajak Kader Jaga Persatuan
Menjelang pelaksanaan Musda, Gabriel mengajak seluruh kader Partai Golkar untuk menghormati seluruh tahapan organisasi sesuai aturan yang berlaku, menjaga persatuan, serta menerima hasil pemilihan dengan jiwa besar.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan