Karena itu, seluruh pemangku kepentingan pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tersebut.

“Dunia pendidikan hari ini berada di persimpangan yang sangat serius. Di era Society 5.0 kita mengalami disrupsi yang luar biasa terhadap cara belajar dan mengajar. Situasi ini menuntut kesiapan dan komitmen bersama untuk beradaptasi secara cepat dan tepat,” ujar Melki.

Meski teknologi terus berkembang pesat, Gubernur menegaskan bahwa peran guru tidak akan tergantikan oleh teknologi maupun kecerdasan artifisial.

“Ke depan profesi guru tetap menjadi profesi yang penting, menarik, dan sangat dibutuhkan. Masa depan pendidikan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kualitas para guru yang kita siapkan hari ini,” tegasnya.

Transformasi Pendidikan Guru Harus Lebih Mendalam

Melki menilai transformasi pendidikan calon guru tidak cukup hanya melalui penyesuaian kurikulum semata. Menurutnya, lembaga pendidikan tenaga kependidikan perlu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kemampuan memahami konteks sosial yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan keguruan di Indonesia.