Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kalabahi, RakyatNTT.ID – Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial RA (50), warga Desa Pante Deere, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di samping Kantor Pelindo, Pelabuhan Pelindo Kalabahi, Kelurahan Kalabahi Kota, Kecamatan Teluk Mutiara, Jumat (19/6/2026) malam.
Korban selama ini diketahui tinggal dan menginap di rumah milik Ramlan Simbolon yang berada di kawasan pelabuhan tersebut.
Sempat Diantar Pulang sebelum Ditemukan Meninggal
Sekitar satu jam sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diantar pulang oleh seorang pria berinisial MK alias Maxi (21) ke rumah tempat korban tinggal.
Setelah mengantar korban, Maxi kembali ke rumahnya di Bungawaru. Tidak lama kemudian, ia diajak oleh Adi Saputra Simbolon (21) untuk membeli makanan dan minuman di Cafe Aerobic.
Usai membeli kopi, keduanya menuju rumah di samping Kantor Pelindo Kalabahi untuk mengecek ayam peliharaan.
Saat memasuki rumah, Adi Saputra Simbolon lebih dahulu masuk untuk memeriksa ayam. Sementara itu, Maxi berinisiatif mengecek kamar yang ditempati korban.
Namun, ia terkejut mendapati korban sudah tidak bernyawa. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai di samping tempat tidur. Dari mulut korban terlihat keluar busa atau air liur.
Maxi kemudian memanggil Adi Saputra Simbolon. Keduanya segera keluar rumah dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga yang sedang beraktivitas di sekitar Pelabuhan Pelindo Kalabahi.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Evakuasi Jenazah
Tim Inafis Satreskrim Polres Alor kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kalabahi guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dokter menyatakan penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Terkait adanya busa yang keluar dari mulut korban, dokter menjelaskan kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kemungkinan gangguan kesehatan tertentu. Namun, penyebabnya tidak dapat disimpulkan hanya dari pemeriksaan luar.
Keluarga Menolak Otopsi
Kepala Bagian Operasional (KBO) Satreskrim Polres Alor, Ipda Ibrahim Usman, memastikan tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan keterangan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan tidak menuntut secara hukum serta menolak dilakukan autopsi.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Polres Alor memastikan penanganan kasus tersebut telah dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi tindak kekerasan pada korban. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan