Ende, RakyatNTT.ID – Sebuah langkah penting dalam upaya membangun prestasi bola voli di Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dimulai dari Kabupaten Ende.

Sebanyak 83 pelatih dari sembilan kabupaten di Flores dan Lembata mengikuti Pelatihan Pelatih Sertifikasi Lisensi Daerah PBVSI NTT Zona Flores-Lembata yang berlangsung di Pondok Bina Ola Ngari, Kabupaten Ende, Kamis (11/6/2026).

Tingginya antusiasme peserta yang hampir dua kali lipat dari target awal menjadi sinyal kuat tumbuhnya semangat membangun pembinaan olahraga yang lebih profesional di berbagai daerah.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut merupakan bagian dari strategi besar Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) NTT dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan sebagai fondasi utama pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi, termasuk dalam menghadapi berbagai agenda nasional dan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Dihadiri Bupati Ende dan Pengurus PBVSI NTT

Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT Winston Rondo, Anggota DPRD Provinsi NTT Ambros Reda, unsur Forkopimda yang mewakili Kapolres Ende, Dandim Ende, dan Kajari Ende.

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ende, Ketua Umum PBVSI Kabupaten Ende Vinsen Sangu beserta jajaran pengurus, serta tim fasilitator nasional PBVSI NTT yang terdiri dari Martinus Mangngi, Muhammad Sulur, Meky Tunliu, dan Opu Thomas.

Ketua Umum PBVSI Kabupaten Ende, Vinsen Sangu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pengprov PBVSI NTT kepada Kabupaten Ende sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kepercayaan itu menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi seluruh keluarga besar PBVSI Ende untuk terus berkontribusi dalam pengembangan olahraga bola voli di NTT.

“Kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai kabupaten di Flores dan Lembata. Semoga pelatihan ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkuat kapasitas pelatih, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, dan mempererat persaudaraan antarinsan bola voli NTT,” ujarnya.

Antusiasme Tinggi jadi Sinyal Kebangkitan Bola Voli NTT

Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda sertifikasi, melainkan bagian dari gerakan besar membangun sistem pembinaan bola voli yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah peserta yang mencapai 83 orang jauh melampaui target awal yang hanya berkisar antara 40 hingga 45 peserta.

“Awalnya kami hanya menyiapkan kuota sekitar 40 hingga 45 peserta. Namun antusiasme dari Flores dan Lembata sangat luar biasa sehingga jumlah peserta mencapai 83 orang. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan komitmen untuk memajukan bola voli daerah semakin kuat,” kata Winston.

Menurutnya, PBVSI NTT tengah membangun standar baru dalam sistem pembinaan olahraga, di mana setiap pelatih yang terlibat dalam kompetisi resmi harus memiliki lisensi serta kompetensi yang memadai.

“Kita ingin membangun prestasi melalui sistem yang benar. Atlet yang hebat lahir dari proses latihan yang baik, dan proses latihan yang baik hanya dapat dilakukan oleh pelatih yang terus belajar, meningkatkan kapasitas, dan memiliki standar kompetensi yang jelas,” tegasnya.

Winston juga menyampaikan bahwa setelah seluruh rangkaian pelatihan lisensi daerah selesai, PBVSI NTT akan fokus pada program pembinaan prestasi dan persiapan menghadapi berbagai agenda kompetisi menuju PON 2028.

Bupati Ende Dorong Pelatih Lahirkan Atlet Berprestasi

Sementara itu, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mengapresiasi Pengprov PBVSI NTT yang telah mempercayakan Kabupaten Ende sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis tersebut.

Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan kepelatihan.

“Saya berharap para peserta tidak hanya memperoleh lisensi, tetapi juga mendapatkan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang dapat diterapkan untuk membina atlet-atlet muda di daerah masing-masing. Pelatih yang baik akan melahirkan atlet yang baik, dan atlet yang baik akan membawa nama NTT ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi mulai dari teori kepelatihan modern, metodologi latihan, teknik dan taktik permainan, manajemen tim, hingga praktik lapangan yang dipandu langsung oleh fasilitator nasional PBVSI NTT.

Tingginya animo peserta menjadi gambaran optimisme baru bagi masa depan bola voli Nusa Tenggara Timur. Dari Kabupaten Ende, kota yang memiliki nilai historis penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, PBVSI NTT berharap lahir energi baru untuk membangun ekosistem pembinaan yang lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan.

Sebab kebangkitan prestasi tidak dimulai dari podium juara, melainkan dari para pelatih yang terus belajar, membina, dan menginspirasi. Dari Ende, fondasi kebangkitan bola voli NTT menuju PON 2028 mulai dibangun. (*/rnc)