Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas perannya sebagai motor penggerak pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Terpadu (Rakortek) Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah yang digelar di Hotel Harper Kupang, 5–6 Mei 2026.
Forum strategis yang diinisiasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV itu mengusung tema “Membangun Sinergitas Pendidikan Tinggi, Pemerintah Daerah, dan Industri”.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan di NTT, khususnya penanganan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., memimpin langsung jajaran pimpinan universitas dalam forum tersebut sebagai bentuk komitmen mendukung kebijakan nasional “Diktisaintek Berdampak”.
Kehadiran Undana dinilai penting dalam merumuskan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi untuk menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik global yang bergerak sangat cepat.
Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang besar dan harus dikelola agar menjadi kekuatan produktif yang memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
“Kita harus menjalankan visi jangka panjang agar SDM yang melimpah ini menjadi impactful atau memberikan dampak nyata bagi negara,” ujar Prof. Adrianus Amheka.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menyoroti pentingnya penguasaan teknologi dan hilirisasi riset guna mendukung industrialisasi nasional.
Ia mengingatkan agar inovasi riset terus dipercepat sehingga hasil pengembangan industri tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi.
“Penting bagi kita untuk terus berinovasi melalui riset. Jangan sampai saat pabrik atau industri siap beroperasi, teknologi yang digunakan justru sudah usang,” katanya.
Dalam forum tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr.drh. Annytha I R Detha, M.Si., juga dipercaya menjadi moderator pada sesi diskusi lintas sektor.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan industri diharapkan mampu membangun ekosistem inovasi di NTT yang dapat mengakomodasi hasil riset kampus untuk diterapkan secara langsung di masyarakat.
Undana menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengabdian masyarakat berbasis riset yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup warga NTT.
Melalui penguatan riset terapan dan kolaborasi lintas sektor, Undana optimistis dapat berkontribusi dalam menekan angka stunting, mengurangi kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTT. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan