Tanjung Verde menutup fase kualifikasi sebagai juara grup dengan catatan tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan. Mereka mengoleksi 23 poin, unggul empat poin atas Kamerun yang finis sebagai runner-up.

Debut Perdana di Piala Dunia

Tanjung Verde merdeka dari Portugal pada 1975 dan mulai membangun tim nasional sejak 1978. Negara tersebut resmi menjadi anggota FIFA pada 1986.

Empat dekade kemudian, Tanjung Verde akhirnya merasakan atmosfer Piala Dunia untuk pertama kalinya pada edisi 2026.

Bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 tim turut membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung dunia.

Tanjung Verde menjadi satu dari empat negara debutan di Piala Dunia 2026 bersama Haiti, Yordania, dan Uzbekistan.

Dari 10 wakil Afrika yang lolos ke turnamen tersebut, Tanjung Verde menjadi satu-satunya negara yang menjalani debut di Piala Dunia.

Bubista, Sosok di Balik Kebangkitan Tanjung Verde

Kesuksesan Tanjung Verde tidak lepas dari tangan dingin pelatih Pedro Leitao Brito atau yang akrab disapa Bubista.

Mantan kapten tim nasional itu membawa pengalaman bermain di Angola, Portugal, dan Spanyol ke dalam filosofi kepelatihannya.

Sejak menangani tim pada 2020, Bubista membangun identitas permainan yang disiplin, solid dalam bertahan, dan efektif saat melakukan serangan balik.