Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat dalam penanganan musibah kebakaran bangunan Panti Asuhan Guardian Holy Angel Katolik di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Rabu (13/5/2026).
Para suster pengasuh dan anak panti yang menjadi korban dalam musibah ini telah dievakuasi ke hunian sementara (huntara) yang aman milik Dinas Sosial Provinsi NTT.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengaku saat menerima laporan terkait musibah tersebut, dia langsung meminta Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Provinsi NTT untuk berkoordinasi dengan seluruh pihak guna mempercepat penanganan korban dan kebutuhan darurat penghuni panti.
“Setelah mendengarkan laporan musibah yang menimpa Panti Asuhan Holy Angel di Kota Kupang, saya sudah meminta Plh Sekda untuk berkoordinasi dengan semua pihak, terutama di Pemerintah Provinsi NTT agar bisa membantu melalui Dinas Sosial, BPBD dan yang lain mendukung, dan tentunya bersama Wali Kota Kupang dan jajarannya untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan sejak kejadian pertama,” kata Melki.
Menurut Melki Laka Lena, salah satu langkah prioritas yang diambil adalah mengevakuasi seluruh penghuni panti ke lokasi yang lebih aman agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
“Sejak sore dan malam tadi sudah dilakukan pemindahan untuk seluruh penghuni ke tempat yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi NTT di Dinas Sosial NTT,” ujarnya.
Melki memastikan anak-anak penghuni panti tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara normal, termasuk melanjutkan pendidikan mereka selama masa penanganan darurat berlangsung.
“Kami berharap agar seluruh anak-anak beserta para pengasuh bisa menjalankan kehidupan dengan baik di tempat sementara ini. Anak-anak yang bersekolah tetap bisa bersekolah dengan baik serta kehidupan di panti asuhan tetap berjalan dengan baik,” katanya.
“Penanganan bersama untuk kebutuhan logistik akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang melalui Pak Wali Kota dan jajaran terkait,” sambung Melki.
Pemprov NTT, kata Melki, akan segera membangun komunikasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat daerah, nasional, maupun pemerintah pusat untuk mencari solusi pemulihan bangunan panti yang terbakar agar dapat kembali difungsikan.
Di tengah penanganan musibah tersebut, Melki turut mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah maupun fasilitas umum untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.
“Saya ajak kita semua untuk selalu memeriksa kondisi kelistrikan di tempat masing-masing sehingga kejadian seperti hari ini tidak terjadi lagi. Saya minta kita semua memperhatikan kondisi kelistrikan dengan baik supaya bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.
Untuk diketahui, kebakaran Panti Asuhan Holy Angle diduga dipicu korsleting listrik itu pertama kali muncul dari meteran listrik sebelum api dengan cepat menjalar ke kamar paling depan panti asuhan. Kobaran api menghanguskan hampir seluruh barang di dalam bangunan panti. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hingga saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dampak kebakaran serta kebutuhan lanjutan bagi penghuni Panti Asuhan Guardian Holy Angel Katolik. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan