Tambolaka, RakyatNTT.ID Kebahagiaan akhirnya dirasakan oleh ribuan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Setelah menunggu selama dua bulan, sebanyak 1.554 guru PPPK paruh waktu resmi menerima Surat Keputusan (SK) yang selama ini dinantikan.

Momentum tersebut terasa semakin istimewa karena penyerahan SK dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5/2026), di Kantor Bupati Sumba Barat Daya.

Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, yang turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah SBD Etmundus N. Nau, jajaran pimpinan perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala sekolah, pengawas, serta para guru.

Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi atas kesabaran para guru yang tetap menjalankan tugasnya di tengah ketidakpastian status selama dua bulan terakhir.

Menurutnya, dedikasi para guru menjadi bukti nyata komitmen dalam memajukan pendidikan di wilayah Sumba Barat Daya.

“Guru harus menjadi teladan. Karena itu, saya minta agar disiplin terus dijaga dalam menjalankan tugas,” tegas Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berencana menerapkan sistem absensi berbasis fingerprint di seluruh sekolah sebagai langkah konkret meningkatkan disiplin tenaga pendidik.

“Kita akan menerapkan fingerprint di sekolah-sekolah. Tantangan ke depan tidak ringan, terutama menghadapi bonus demografi tahun 2045. Kita harus menyiapkan generasi yang berkualitas sejak sekarang,” ujarnya.

Penyerahan SK ini menjadi titik awal baru bagi para guru PPPK paruh waktu untuk semakin meningkatkan kinerja dan profesionalisme mereka dalam dunia pendidikan.

Di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten SBD, seiring dengan upaya mencetak generasi unggul di masa mendatang. (rnc29)