Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berencana menerapkan sistem absensi berbasis fingerprint di seluruh sekolah sebagai langkah konkret meningkatkan disiplin tenaga pendidik.

“Kita akan menerapkan fingerprint di sekolah-sekolah. Tantangan ke depan tidak ringan, terutama menghadapi bonus demografi tahun 2045. Kita harus menyiapkan generasi yang berkualitas sejak sekarang,” ujarnya.

Penyerahan SK ini menjadi titik awal baru bagi para guru PPPK paruh waktu untuk semakin meningkatkan kinerja dan profesionalisme mereka dalam dunia pendidikan.

Di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten SBD, seiring dengan upaya mencetak generasi unggul di masa mendatang. (rnc29)