“Kami belajar bahwa kepemimpinan sejati adalah melayani, bukan dilayani. Nilai ini juga kami terapkan dalam pemerintahan,” ungkapnya.

Harmoni Gereja dan Pemerintah

Perayaan ini juga menegaskan hubungan harmonis antara Gereja dan Pemerintah Kota Kupang. Sinergi yang telah terjalin dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kakanwil Kemenag NTT, perwakilan keluarga almarhum, serta para imam dan umat turut hadir dalam perayaan tersebut.

Sementara itu, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan Gereja yang relevan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

“Gereja tidak berjalan sendiri, tetapi bersama semua pihak untuk menghadirkan kebaikan bagi masyarakat,” ujarnya.

Momentum menuju 60 tahun Keuskupan Agung Kupang diharapkan menjadi ajang memperkuat komitmen iman sekaligus mempererat persaudaraan, dengan semangat keteladanan yang telah diwariskan oleh Mgr. Petrus Turang. (*/rnc)