Kepala analis platform intelijen logistik Xeneta, Peter Sand, menilai situasi saat ini sangat berisiko. “Penyitaan terbaru ini memperjelas bahwa bahkan Selat Hormuz yang ‘dibuka’ pun tidak aman bagi pelaut, kapal, dan kargo,” ujarnya.

Salah satu kapal yang disita adalah MSC Francesca berbendera Panama. Menteri urusan maritim Montenegro, Filip Radulovic, mengonfirmasi terdapat empat pelaut asal negaranya di kapal tersebut dan memastikan seluruh awak dalam kondisi selamat. Negosiasi antara perusahaan pelayaran dan otoritas Iran masih berlangsung.

Selain itu, kapal berbendera Liberia, Epaminondas, juga menjadi sasaran serangan. Kapal yang dioperasikan perusahaan Yunani itu ditembaki sekitar 20 mil laut barat laut Oman, menyebabkan kerusakan pada anjungan akibat tembakan dan granat berpeluncur roket dari kapal cepat IRGC.

Operator kapal, Technomar Shipping Inc, menyatakan seluruh awak selamat dan mengonfirmasi bahwa kapal tersebut telah dinaiki pasukan Iran. Epaminondas diketahui membawa 21 awak yang terdiri dari warga Ukraina dan Filipina, dan kini diduga diarahkan menuju Bandar Abbas.

IRGC menuduh kedua kapal tersebut beroperasi tanpa izin dan memanipulasi sistem navigasi mereka. Sementara itu, kapal ketiga berbendera Liberia, Euphoria, juga ditembaki namun berhasil melanjutkan pelayaran hingga mencapai Fujairah, Uni Emirat Arab tanpa kerusakan.