Kupang, RakyatNTT.ID Pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang berlangsung aman dan tertib, Selasa (21/4/2026).

Meski sempat diwarnai guncangan gempa bumi selama beberapa detik, proses ujian tetap berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti.

Sebagai lokasi mitra Universitas Nusa Cendana (Undana), Politani Kupang menerapkan pengawasan ketat sejak titik pemeriksaan awal. Setiap peserta wajib menjalani verifikasi identitas serta dokumen pendukung secara teliti sebelum memasuki ruang ujian, guna menjaga integritas proses seleksi nasional tersebut.

Wakil Penanggung Jawab Lokasi UTBK Politani Kupang, Max A. J. Supit, S.Pt., GDIpSc., MFoodTech., mengonfirmasi bahwa situasi tetap terkendali pascagempa. Ia menyebut kesiapan panitia dan fasilitas yang memadai menjadi kunci kelancaran ujian.

“Sejauh ini semua berjalan lancar dan aman, termasuk saat terjadi gempa tadi. Situasi tetap kondusif karena infrastruktur kami telah disiapkan untuk berbagai skenario darurat,” ujarnya saat ditemui Humas Undana dalam kunjungan pemantauan rektor.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK, Politani Kupang telah menyiapkan sejumlah laboratorium komputer dengan spesifikasi tinggi, jaringan internet stabil, serta generator listrik cadangan guna mengantisipasi kemungkinan pemadaman listrik mendadak.

Di tengah pengawasan ketat terhadap potensi kecurangan, panitia juga menemukan kasus unik pada hari pertama. Seorang mahasiswa aktif semester IV dari salah satu universitas diketahui mengikuti UTBK kembali demi mengejar program studi impiannya.

Menurut Max, hal tersebut tetap diperbolehkan selama peserta memenuhi seluruh persyaratan administratif. “Peserta tersebut membawa dokumen asli yang lengkap dan memenuhi kualifikasi, sehingga tetap diizinkan mengikuti ujian. Ini menunjukkan dinamika minat studi di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Pelaksanaan UTBK di Politani Kupang dijadwalkan berlangsung hingga 23 April 2026, dengan dua sesi setiap harinya. Panitia mengimbau peserta untuk mencermati jadwal dan lokasi ujian agar terhindar dari kesalahan yang dapat merugikan.

“Peserta harus hadir tepat waktu dan membawa dokumen asli lengkap. Jangan sampai gagal hanya karena kurang teliti membaca jadwal,” tegas Max.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Undana atas kepercayaan yang diberikan kepada Politani Kupang sebagai mitra penyelenggara UTBK-SNBT 2026. Sinergi antarperguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur ini diharapkan mampu memberikan layanan terbaik bagi calon mahasiswa di daerah. (*/rnc)