Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, secara resmi membuka Rapat Komisi Perempuan Pra Sidang Sinode se-Sumba yang berlangsung di GKS Ngamba Deta, Selasa (28/4/2026).
Dilansir dari RakyatSumba.ID (RakyatNTT Network), pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati sebagai simbol dimulainya kegiatan secara resmi.
Bentuk Dukungan Pemerintah Daerah
Kehadiran Bupati SBD dalam kegiatan ini menjadi bukti dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pelayanan gereja di Pulau Sumba.
Selain membuka kegiatan, Bupati juga menyerahkan bantuan guna mendukung kelancaran pelaksanaan Pra Sidang Sinode Komisi Perempuan.
Harapan Lahirkan Keputusan Strategis
Dalam sambutannya, Ratu Wulla menyampaikan harapannya agar kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi jemaat.
“Semoga kegiatan pra sinode ini berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan-keputusan yang amanah serta membawa manfaat bagi seluruh jemaat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa forum ini harus mampu melahirkan keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat pelayanan gereja, tetapi juga berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Peran Perempuan Sangat Penting
Bupati juga menyoroti peran penting perempuan dalam gereja, khususnya dalam membangun nilai pelayanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar dalam memperkuat kehidupan bergereja dan sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
“Keputusan yang dihasilkan harus amanah dan benar-benar menjawab kebutuhan jemaat,” tegasnya.
Dihadiri Berbagai Tokoh
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Kabupaten Kupang Yosef Lede, Sekretaris Jenderal GEMPAR bersama tim, para tokoh gereja, panitia, serta peserta dari berbagai wilayah di Pulau Sumba.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, Pra Sidang Sinode Komisi Perempuan se-Sumba diharapkan menjadi momentum penting dalam menentukan arah pelayanan gereja ke depan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (rs1/rnc)
