Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
25 April 2026 – TIMNAS Curacao mencatat sejarah besar dengan memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026. Negara kecil dengan populasi sekitar 150 ribu jiwa ini berhasil mencuri perhatian dunia setelah tampil impresif di kualifikasi zona Concacaf.
Kepastian lolos didapat usai Curacao bermain imbang 0-0 melawan Jamaika di Kingston pada laga terakhir. Hasil tersebut cukup untuk mengantar mereka keluar sebagai juara Grup B sekaligus mengamankan tiket ke turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Pencapaian ini terasa istimewa mengingat Curacao merupakan negara dengan luas wilayah kecil, sekitar 171 mil persegi. Statusnya sebagai penerus Antillen Belanda juga menambah warna tersendiri dalam perjalanan sepak bola internasional mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, Curacao menunjukkan perkembangan pesat. Kehadiran pemain berdarah Karibia yang berkarier di Eropa, khususnya Belanda, menjadi kunci peningkatan kualitas tim hingga mampu bersaing di level regional.
Perjalanan Kualifikasi yang Impresif
Curacao tampil dominan sejak awal kualifikasi. Mereka membuka perjalanan dengan kemenangan meyakinkan, termasuk saat menundukkan Barbados 4-1 lewat hat-trick Rangelo Janga.
Performa positif berlanjut dengan kemenangan atas Aruba (2-0), Saint Lucia (4-0), hingga kemenangan telak 5-1 atas Haiti. Memasuki fase lebih berat, Curacao tetap konsisten menghadapi tim kuat seperti Jamaika dan Trinidad dan Tobago.
Hasil imbang di laga tandang serta kemenangan di kandang menjadi fondasi penting. Puncaknya, lini belakang yang solid memastikan mereka mampu menahan Jamaika tanpa gol di laga penentuan.
Peran Pelatih Fred Rutten
Kesuksesan Curacao tidak lepas dari kontribusi jajaran pelatih. Fondasi awal dibangun oleh Remko Bicentini yang memberi ruang bagi talenta diaspora.
Selanjutnya, Dick Advocaat membawa pengalaman dan stabilitas dengan catatan 28 gol dan hanya tiga kali kebobolan dalam sepuluh laga kualifikasi. Namun, ia mundur pada Februari 2026 karena alasan pribadi.
Posisi pelatih kemudian diisi Fred Rutten. Meski baru pertama kali menangani tim nasional, pengalaman Rutten di klub-klub Eropa diharapkan mampu menjaga performa Curacao menjelang Piala Dunia 2026.
Tahith Chong Jadi Andalan
Salah satu sosok penting dalam skuad Curacao adalah Tahith Chong. Eks pemain Manchester United itu resmi memperkuat Curacao sejak Agustus 2025 dan langsung menjadi motor serangan tim.
Penampilannya yang eksplosif membuat Chong dijuluki “Arjen Robben dari Curacao”. Ia menghadirkan kreativitas dan kecepatan yang menjadi ancaman bagi lawan.
“Saya merasa ini kehormatan besar. Arjen Robben adalah pemain yang saya kagumi sejak kecil,” ujar Chong.
Jadwal Curacao di Piala Dunia 2026
Curacao tergabung di grup berat dan akan menghadapi:
14 Juni: Jerman vs Curacao
20 Juni: Ekuador vs Curacao
25 Juni: Curacao vs Pantai Gading
Peluang dan Tantangan
Datang sebagai kuda hitam, Curacao menghadapi tantangan besar melawan tim-tim unggulan seperti Jerman dan Pantai Gading. Secara kualitas, mereka juga masih berada di bawah Ekuador.
Hasil kurang memuaskan pada FIFA Matchday terakhir menjadi catatan tersendiri, setelah kalah dari China (0-2) dan Australia (1-5). Meski begitu, peluang menciptakan kejutan tetap terbuka.
Dengan kombinasi pemain diaspora dan semangat kolektif, Curacao berpotensi menjadi salah satu tim yang menarik perhatian di Piala Dunia 2026. (*/rnc)
Sumber: Bola.net
Ikuti terus profil 48 timnas peserta Piala Dunia 2026 setiap hari di RakyatNTT.id
