Jakarta, RakyatNTT.ID – Polemik terkait potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terus bergulir di tengah masyarakat. Video yang beredar luas di media sosial tersebut memicu beragam reaksi dari sejumlah kelompok.

Menanggapi hal itu, Inisiator Konser Perdamaian Dunia (Konperda), Sutrisno Pangaribuan, mengajak publik untuk menyikapi persoalan secara bijak dengan memahami konteks ceramah secara utuh, bukan berdasarkan potongan video yang beredar.

Menurut Sutrisno, potongan video yang viral bukan merupakan produk jurnalistik yang utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memicu keriuhan publik.

“Video ceramah tersebut harus dilihat secara lengkap tanpa sentimen, emosi, maupun kebencian, serta tidak ditarik ke dalam pertentangan SARA,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Ia menjelaskan bahwa materi ceramah JK merujuk pada konflik bernuansa SARA yang pernah terjadi di Ambon, Poso, dan wilayah lain, sehingga perlu dipahami dalam konteks sejarah dan realitas sosial saat itu.

Sutrisno juga menegaskan tidak ada unsur penistaan agama dalam ceramah tersebut. Ia menilai JK justru menggambarkan bagaimana konflik antarumat beragama pernah terjadi dan menimbulkan korban dari kedua belah pihak.