Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Belum ada tanggapan karena masih kunjungan luar kota,” ujar Husain, Senin (13/4/2026).
Namun demikian, ia mengimbau agar pihak pelapor terlebih dahulu memahami konteks utuh dari ceramah yang beredar.
Menurut Husain, ceramah JK di Masjid Universitas Gadjah Mada pada 5 Maret lalu merupakan pembelajaran tentang upaya mendamaikan konflik, berdasarkan pengalaman nyata saat menangani konflik Poso dan Ambon.
Ia menjelaskan bahwa JK saat itu menggambarkan realitas sosiologis, di mana kedua pihak yang bertikai menggunakan narasi agama untuk membenarkan tindakan kekerasan.
“Pak JK menegaskan bahwa pemahaman tersebut keliru. Tidak ada agama yang membenarkan saling membunuh,” jelasnya.
Husain menambahkan, pendekatan yang disampaikan JK bertujuan untuk mengubah cara pandang pihak-pihak yang berkonflik agar menghentikan kekerasan.
“Yang disampaikan adalah lesson learned, bukan pendapat pribadi, melainkan realitas sosial saat konflik terjadi,” pungkasnya.
Polemik ini pun diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan pemahaman bersama, demi menjaga harmoni dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. (*/rnc)
