Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sementara itu, Wakil Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Zimrat M.S. Karmany, menekankan bahwa pawai Paskah merupakan wujud perjalanan iman, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Pawai ini bukan hanya berjalan keliling kota, tetapi menjadi sarana untuk memberitakan bahwa Kristus telah bangkit dan membawa kemenangan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi saksi iman yang hidup, dengan menjaga ketertiban, menunjukkan kasih, serta menjadi teladan bagi masyarakat.
Pawai berlangsung semarak dengan berbagai atraksi menarik dari setiap kontingen. Mulai dari drum band, tarian, kendaraan hias bernuansa Paskah, hingga drama kolosal yang menggambarkan perjalanan Yesus Kristus dari penyaliban hingga kenaikan ke surga.
Rute pawai dimulai dari depan Kantor Bupati TTS, melintasi sejumlah titik strategis di Kota SoE, dan berakhir di depan Kantor Bupati lama.
Sebanyak 33 peserta ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari berbagai jemaat GMIT di Klasis SoE serta institusi pendidikan teologi, yang menampilkan fragmen kreatif sebagai bentuk penginjilan dan penyampaian pesan teologis kepada masyarakat.
Kemeriahan pawai ini tidak hanya menjadi ajang perayaan iman, tetapi juga mempererat persatuan dan kebersamaan umat Kristiani di Kabupaten Timor Tengah Selatan. (rnc26)
