Lewoleba, RakyatNTT.ID – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., didampingi Sekretaris Daerah Paskalis Ola Tapo Bali, A.P., M.T., memimpin Rapat Evaluasi Capaian Realisasi Pendapatan Daerah Triwulan I Tahun Anggaran 2026. Rapat tersebut dihadiri 39 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lembata.

Dalam pemaparan rapat, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 17 April 2026 tercatat sebesar Rp5.901.420.453 atau 13,41 persen dari target Rp44 miliar. Capaian ini menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025, di mana PAD terealisasi Rp5.640.763.646 atau 11,61 persen dari target Rp48,6 miliar.

Secara nominal, terjadi peningkatan sebesar Rp260.656.807 atau tumbuh 4,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski target PAD tahun 2026 lebih rendah, peningkatan realisasi tersebut menjadi sinyal positif dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Dalam arahannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan pentingnya percepatan program unggulan serta optimalisasi sumber-sumber PAD. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah harus terukur melalui dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

“Setiap program harus berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat. Kita tidak cukup hanya menampilkan kegiatan, tetapi harus bisa menunjukkan hasilnya dalam angka,” tegasnya.

Bupati juga menginstruksikan OPD, khususnya Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian, untuk menyampaikan laporan rutin berbasis data terkait perkembangan ekonomi sektoral. Seluruh OPD diminta segera menyusun rencana aksi konkret guna mencapai target PAD yang telah ditetapkan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam mengatasi berbagai kendala, terutama dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah. Pemanfaatan teknologi informasi juga didorong guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah langkah strategis, seperti optimalisasi sumber pendapatan melalui penggalian potensi baru, penguatan pengawasan dan evaluasi kinerja OPD, serta perbaikan fasilitas pendukung sektor peternakan. Bupati juga menyoroti kondisi kandang ruminansia kecil yang perlu dibenahi dan meminta dinas terkait segera melakukan perbaikan.

Pemerintah daerah juga merencanakan pembelian ternak dari masyarakat pada awal Mei 2026 atau menyesuaikan dengan hasil koordinasi teknis lanjutan, sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi lokal.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata diharapkan terus mengoptimalkan potensi PAD melalui inovasi kebijakan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan sektor unggulan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*/rnc)