Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Kolaborasi antara Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II dan Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Laismanekat (KSP TLM) Indonesia mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koperasi dan UMKM RI, Ferry Juliantono. Bahkan, Ferry menyatakan diri bergabung sebagai anggota luar biasa KKMP Manulai II dengan simpanan pokok sebesar Rp50 juta.
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Menteri Ferry di KKMP Manulai II, Sabtu (25/4/2026). Turut hadir Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wakil Gubernur John Asadoma, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT Linux Lusi, serta Direktur KSP TLM Indonesia Zesly N.W. Pah.
Ketua KKMP Manulai II, Roby Dami, dalam laporannya menyebutkan bahwa sejak berdiri pada 2025, koperasi tersebut telah memiliki 26 anggota. Setelah Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 31 Maret 2026, jumlah calon anggota bertambah 36 orang.
Dari sisi usaha, KKMP Manulai II menunjukkan perkembangan positif. Omzet yang awalnya sebesar Rp46 juta diproyeksikan meningkat hingga Rp140 juta. Sejumlah produk UMKM lokal seperti kopi dan air mineral kemasan menjadi andalan yang dipasarkan melalui gerai koperasi.
“Kami menggunakan sistem COD. Jadi masyarakat yang memesan air galon, langsung kami antar,” ujar Roby.
Ia juga berharap kolaborasi dengan KSP TLM dapat membuka peluang bagi KKMP Manulai II untuk menjadi mitra pemasok bahan baku bagi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Alak.
“Semoga ke depan kami bisa masuk sebagai mitra SPPG untuk menyuplai kebutuhan dapur MBG,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah pusat tengah memprioritaskan penguatan ekonomi berbasis masyarakat melalui koperasi desa dan kelurahan Merah Putih.
Ia menilai kolaborasi antara KKMP Manulai II dan KSP TLM Indonesia sebagai langkah strategis yang mampu mendorong lahirnya inovasi produk UMKM lokal.
“Kolaborasi seperti ini sangat baik. KSP TLM bisa berperan dalam memberikan edukasi pengelolaan keuangan mikro kepada koperasi,” jelas Ferry.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan sinergi antara koperasi dengan lembaga keuangan mikro guna memperkuat tata kelola dan keberlanjutan usaha masyarakat.
Menanggapi tawaran menjadi anggota luar biasa, Ferry langsung menyatakan kesediaannya dan berkomitmen memberikan simpanan pokok sebesar Rp50 juta.
“Saya siap bergabung dengan KKMP Manulai II, dengan simpanan pokok Rp50 juta,” tegasnya.
Ferry berharap kehadiran KKMP Manulai II dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus membantu masyarakat kecil agar lebih berdaya secara ekonomi. (rnc04)
