Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., menjelaskan bahwa secara nasional pemerintah telah menyalurkan sekitar 1,1 juta beasiswa KIP Kuliah dengan prioritas bagi masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 4.

Ia menambahkan, Komisi X DPR RI juga berkomitmen untuk memperjuangkan penambahan kuota KIP Kuliah khusus bagi wilayah NTT pada tahun anggaran 2026.

Selain itu, isu kesejahteraan dosen turut menjadi perhatian. Rektor Undana mengusulkan peninjauan kembali tunjangan fungsional dosen yang dinilai belum memadai, serta mendorong dukungan APBN terhadap skema remunerasi bagi Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU).

Menanggapi usulan tersebut, Dirjen Saintek menyatakan pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi kebijakan, termasuk kemungkinan pemanfaatan dana riset untuk mendukung honorarium dosen serta dukungan APBN terhadap sistem remunerasi, dengan tetap mempertimbangkan kondisi fiskal negara dan persetujuan DPR RI.

Di sisi lain, persoalan infrastruktur kampus juga menjadi sorotan serius. Anggota Komisi X DPR RI dari daerah pemilihan NTT, Anita Jakoba Gah, S.E., menyoroti sejumlah proyek pembangunan gedung kampus yang terhambat sejak 2024 akibat persoalan hukum dan administratif.