“Musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan lebih kering dibandingkan normalnya selama 30 tahun, jadi bukan yang terparah,” ujarnya.

Lebih lanjut, BMKG memproyeksikan sekitar 400 zona musim atau 57,2 persen dari total 699 zona musim di Indonesia akan mengalami periode kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah aktivitas El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat.

“Kondisi ini menunjukkan adanya potensi curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya, dipengaruhi oleh El Nino,” kata Fachri.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kekeringan, terutama di wilayah yang rentan, meskipun kemarau 2026 tidak tergolong sebagai yang terparah dalam tiga dekade terakhir. (*/rnc)