Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Habitat for Humanity Indonesia juga melakukan uji kualitas air di laboratorium kesehatan. Hasilnya menunjukkan adanya kandungan mangan, sehingga diterapkan sistem filtrasi agar air tetap aman untuk dikonsumsi. Sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan, organisasi tersebut juga akan menyalurkan 1.000 anakan pohon produktif guna memulihkan fungsi lahan.
Dalam sambutannya, Bupati Krisman menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pemerintah daerah dan Habitat for Humanity Indonesia. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha.
Menurutnya, Desa Dainao dan Waduwalla dipilih sebagai lokasi program karena memiliki kebutuhan mendesak, mengingat Kecamatan Sabu Liae masih tergolong wilayah yang relatif tertinggal.
Bupati juga mengungkapkan tantangan anggaran daerah yang mengalami pemotongan hingga Rp164 miliar. Meski demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap melanjutkan pembangunan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kamar Dagang Indonesia (Kadin) yang berencana menghidupkan kembali sektor rumput laut dan garam.
Selain itu, upaya pemerintah daerah dalam menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat membuahkan hasil berupa bantuan renovasi rumah sebanyak 300 unit dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, 200 unit dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan, serta 500 unit dari Kementerian Dalam Negeri.
