Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Program CSR, kata Rahmat, tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban perusahaan, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab moral untuk memperkuat fondasi sosial masyarakat.
Rahmat menegaskan, pembangunan daerah tidak semata diukur dari aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan nilai etika, moral, dan spiritualitas masyarakat.
Dalam konteks tersebut, lembaga pendidikan berbasis karakter seperti seminari dinilai memiliki peran dalam membentuk kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan pengabdian.
“Program CSR ini merupakan bentuk dukungan terhadap lembaga-lembaga yang menjaga nilai kemanusiaan, pendidikan dan moralitas,” jelasnya.
Rahmat juga mengapresiasi Gubernur NTT, Melki Laka Lena atas rekomendasi penyaluran dana CSR, sehingga program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan pembangunan karakter di daerah.
la menambahkan, sinergi antara Bank NTT dan pemerintah daerah menjadi kunci agar program CSR benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain penyaluran CSR, Bank NTT juga terus melakukan transformasi internal secara menyeluruh. Transformasi tersebut meliputi penguatan tata kelola perusahaan, kualitas layanan, peningkatan pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas, serta penguatan sistem teknologi digital.
