“Yang kami pikirkan adalah risiko dari jalan rusak ini yang bisa mencelakakan pengguna jalan,” tegasnya.

Menurut Om Stroom, gerakan ini tidak terorganisir secara formal, melainkan terbentuk dari inisiatif bersama anak muda yang memiliki tujuan yang sama.

“Kami hanya orang-orang yang ingin meminimalisir kecelakaan di Kota Kupang,” tambahnya.

Para anak muda menambal lubang di Jalan Alfons Nisnoni, Kelurahan Airnona. (Foto: Ist)

Dalam menjalankan aksi tersebut, mereka mengandalkan dana patungan dari kantong pribadi, serta dukungan masyarakat yang mengetahui kegiatan ini melalui media sosial.

“Kita patungan, ada juga bantuan dari masyarakat yang peduli,” ungkapnya.

Meski mendapat banyak dukungan, aksi ini juga tak lepas dari kritik sebagian netizen yang menilai gerakan tersebut sarat kepentingan politik. Namun, Om Stroom menegaskan bahwa kegiatan ini murni untuk kepentingan masyarakat.

Ia juga berharap Pemerintah Kota Kupang dapat lebih serius memperhatikan kualitas pembangunan jalan. Menurutnya, banyak jalan di Kupang yang cepat rusak, bahkan dalam waktu satu hingga dua tahun setelah diperbaiki.

“Kualitas jalan harus diperhatikan. Jangan sampai baru satu atau dua tahun sudah rusak lagi,” pungkasnya.