Kupang, RakyatNTT.ID – Wajah Kampung Maumolo yang terletak tidak jauh dari Kota Kefamenanu, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), benar-benar berubah. Komitmen para pengurus Yayasan Felix Maria Go (YFMG) untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat, patut diapresiasi.

Tidak tanggung-tangung, mereka bahkan mendatangkan langsung seorang motivator yang menginspirasi, Andre Setiawan, dari Jakarta. “Saya hadir di Maumolo sejak tanggal 22 Januari 2026, atas permintaan Pak Frans Go. Arahan beliau, kita tidak boleh hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi kita juga perlu menghadirkan bantuan non fisik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kampung Maumolo,” kata Andre kepada RakyatNTT.ID, Minggu (15/3/2026).

Melalui layanan WhatsApp-nya, Andre menuturkan, sejak kedatangannya di Maumolo, dia mulai bergerak menjalankan program-program yayasan (YFMG). Langkah awal yang dilakukan adalah mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih. “Kami telah membangun lima titik sumur bor, dan empat bak penampung air. Saat ini, kami sedang mengerjakan pembuatan bak penampung air yang kelima,” sebutnya.

Dia menambahkan, di samping pembangunan infrastruktur yang terus berjalan, dirinya juga memaksimalkan kebun percontohan milik Yayasan Felix Maria Go. “Kebun itu sebagai media edukasi dan pembelajaran bagi petani sayur sekitar. Kebun percontohan kita memiliki fasilitas instalasi hidroponik, dan juga lahan pertanian organik yang ramah lingkungan. Dari lahan percontohan ini, kami sudah mampu menghasilkan panen yang maksimal. Baru baru ini, kami melakukan panen sayur buncis dan kangkung organik dari lahan percontohan yayasan,” ungkap Andre.

Dengan hasil ini, lanjutnya, setidaknya dia telah berhasil meningkatkan minat para petani untuk ikut bergerak di pertanian organik yang lebih ramah lingkungan. Bahkan, untuk mempermudah pendampingan, Andre mengaku membentuk sebuah kelompok tani agar warga terus belajar tentang pertanian organik.

“Saya juga membentuk kelompok UMKM, diantaranya kelompok UMKM di bidang kuliner yang memproduksi keripik pisang dan singkong dengan berbagai varian rasa. Kelompok kedua adalah kelompok pengerajin tenun tradisional. Sampai saat ini, kelompok UMKM binaan kami terus menunjukkan hasil yang positif. Saya berharap, dengan berjalannya kelompok UMKM yang sudah terbentuk ini, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maumolo,” imbuhnya berharap.

Andre juga menyebutkan satu program yang sedang disosialisasikan kepada masyarakat di Kampung Maumolo. Program itu adalah dapur hidup atau pekarangan kreatif. Melalui program ini, kami berharap setiap rumah di Maumolo mampu memenuhi kebutuhan dapurnya dari pekarangan rumahnya sendiri. Program ini akan kami mulai pada awal bulan April mendatang,” katanya.

Melihat antusias warga Maumolo menyambut program ini, Andre pun yakin mampu  memaksimalkan semua program yang telah dibuat. “Saya menyadari pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan yang saya buat. Karena itu, saya membentuk sebuah komite penjaga aset, dimana anggotanya adalah perwakilan dari masyarakat yang dipilih bersama. Komite ini dibuat sebagai perpanjangan lidah dari masyarakat, jika ada aspirasi atau ide yang ingin disampaikan kepada yayasan. Dengan terbentuknya komite ini, saya berharap setiap fasilitas yang dibangun, dan setiap program yang dijalankan, akan betul-betul memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kampung Maumolo,” pungkas Andre Setiawan. (robert kadang)