Dengan hasil ini, lanjutnya, setidaknya dia telah berhasil meningkatkan minat para petani untuk ikut bergerak di pertanian organik yang lebih ramah lingkungan. Bahkan, untuk mempermudah pendampingan, Andre mengaku membentuk sebuah kelompok tani agar warga terus belajar tentang pertanian organik.

“Saya juga membentuk kelompok UMKM, diantaranya kelompok UMKM di bidang kuliner yang memproduksi keripik pisang dan singkong dengan berbagai varian rasa. Kelompok kedua adalah kelompok pengerajin tenun tradisional. Sampai saat ini, kelompok UMKM binaan kami terus menunjukkan hasil yang positif. Saya berharap, dengan berjalannya kelompok UMKM yang sudah terbentuk ini, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maumolo,” imbuhnya berharap.

Andre juga menyebutkan satu program yang sedang disosialisasikan kepada masyarakat di Kampung Maumolo. Program itu adalah dapur hidup atau pekarangan kreatif. Melalui program ini, kami berharap setiap rumah di Maumolo mampu memenuhi kebutuhan dapurnya dari pekarangan rumahnya sendiri. Program ini akan kami mulai pada awal bulan April mendatang,” katanya.

Melihat antusias warga Maumolo menyambut program ini, Andre pun yakin mampu  memaksimalkan semua program yang telah dibuat. “Saya menyadari pentingnya melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan yang saya buat. Karena itu, saya membentuk sebuah komite penjaga aset, dimana anggotanya adalah perwakilan dari masyarakat yang dipilih bersama. Komite ini dibuat sebagai perpanjangan lidah dari masyarakat, jika ada aspirasi atau ide yang ingin disampaikan kepada yayasan. Dengan terbentuknya komite ini, saya berharap setiap fasilitas yang dibangun, dan setiap program yang dijalankan, akan betul-betul memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kampung Maumolo,” pungkas Andre Setiawan. (robert kadang)