Kupang, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) tengah mengajukan empat program studi (prodi) baru ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bagian dari upaya memperluas kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Empat prodi yang diusulkan tersebut yakni S1 Kedokteran Gigi, S1 Keperawatan, Pendidikan Profesi Apoteker, dan Pendidikan Profesi Notaris. Langkah ini dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di berbagai sektor, terutama bidang kesehatan di daerah.

Kedokteran Gigi dan Keperawatan jadi Fokus

Dalam pengajuan tersebut, program studi Kedokteran Gigi dan Keperawatan menjadi fokus utama karena membutuhkan persiapan fasilitas yang sangat ketat, terutama terkait laboratorium, peralatan medis, serta standar praktik klinis.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menjelaskan bahwa pembukaan prodi di bidang kesehatan tidak bisa dilakukan secara sederhana seperti prodi di bidang sosial atau humaniora.

“Kami menyadari bahwa Kedokteran Gigi dan Keperawatan memerlukan fasilitas dengan standar yang sangat ketat. Saat ini tim kami sedang bekerja keras memastikan seluruh instrumen, mulai dari ruang praktik hingga ketersediaan tenaga pengajar spesialis, memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan,” ujar Prof. Annytha saat kegiatan penandatanganan MoU Undana dengan YKPAI di Harper Hotel Kupang, Jumat (6/3).

Menjawab Kebutuhan Dokter Gigi di NTT

Pengajuan Prodi Kedokteran Gigi menjadi perhatian penting karena rasio dokter gigi di NTT masih jauh dari ideal dibandingkan jumlah penduduk.

Melalui prodi ini yang direncanakan berada di bawah Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, kampus berharap dapat mencetak dokter gigi dari putra-putri daerah yang siap mengabdi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas di wilayah terpencil.

Selain menyiapkan sarana fisik, Undana juga telah merancang kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik penyakit masyarakat di wilayah kepulauan. Hal ini bertujuan agar lulusan memiliki kemampuan klinis yang relevan dengan kondisi kesehatan di NTT.

Menunggu Verifikasi Ditjen Dikti

Saat ini proses pengajuan prodi baru tersebut telah memasuki tahap verifikasi dokumen dan peninjauan lapangan oleh tim asesor Ditjen Dikti.

Pihak universitas menyatakan siap melakukan berbagai perbaikan dan penyesuaian sesuai dengan rekomendasi dari kementerian selama proses evaluasi berlangsung.

“Kami tidak ingin sekadar membuka prodi baru, tetapi membangun pusat pendidikan kesehatan yang bermutu. Dukungan fasilitas yang memadai adalah harga mati untuk menjaga kualitas lulusan dan keselamatan pasien di masa depan,” tambah Prof. Annytha.

Jika pengajuan tersebut disetujui, kehadiran empat prodi baru di Undana diharapkan semakin memperkuat posisi universitas sebagai rujukan utama pendidikan tinggi di NTT, sekaligus membantu meningkatkan ketersediaan tenaga profesional dan tenaga kesehatan yang kompeten di daerah. (*/rnc)