Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Dalam perang ada aturan yang mengikat. Warga sipil tidak boleh diserang, dan serangan harus dihentikan jika senjata sudah tidak digunakan. Itulah esensi hukum internasional yang menjaga imajinasi kemanusiaan kita di tengah kondisi global yang fluktuatif,” jelasnya.
Penekanan ini menjadi pengingat bahwa globalisasi tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tantangan etika dan moral yang harus dihadapi dengan fondasi hukum yang kokoh.
Rektor Undana: Belajar dari Pengalaman Nyata
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dalam sambutannya meminta mahasiswa untuk menyerap pengalaman praktis yang dibagikan narasumber. Ia menilai pengalaman langsung dalam kebijakan internasional merupakan pembelajaran yang tidak selalu ditemukan dalam buku teks.
“Pengalaman beliau sangat luar biasa. Mahasiswa harus mampu membaca dimensi ideal dan realistis dari sebuah hukum agar siap menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks,” ujar Prof. Jefri.
Studium Generale ini ditutup dengan simulasi kritis yang menantang mahasiswa berpikir fleksibel dalam memecahkan persoalan hukum multidimensi. Melalui kegiatan tersebut, FH Undana menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga tangguh dalam membela kepentingan nasional di panggung internasional. (*/rnc)
