Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan terobosan kurikulum guna menjawab tantangan pendidikan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, lulusan PG-PAUD Undana dipersiapkan secara khusus untuk mengabdi di pelosok Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Langkah ini menjadi pembeda utama PG-PAUD Undana dibandingkan sejumlah perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Fokus utamanya adalah mencetak pendidik yang mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan, seperti keterbatasan listrik dan jaringan internet, namun tetap mampu memberikan kualitas pendidikan yang setara dengan daerah maju.
Inovasi Kurikulum OBE Berbasis Realitas Lokal
Koordinator Prodi PG-PAUD Undana, Sartika Kale, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa saat ini prodi menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan strategi mengajar bagi guru di daerah terisolir.
Kurikulum tersebut dirancang agar lulusan memiliki kemandirian dalam menciptakan solusi kreatif atas berbagai hambatan geografis dan fasilitas pendidikan.
“Kami menekankan kepada alumni agar memiliki strategi unik yang memanfaatkan konteks daerah. Guru tidak boleh memiliki ketergantungan pada fasilitas modern. Mereka harus mampu membawa masalah di daerah 3T menuju solusi melalui pola ajar yang berbeda,” ujar Sartika Kale, Sabtu (21/2/2026).
Riset Terindeks Scopus Terintegrasi dalam Perkuliahan
Prodi yang berdiri sejak 2006 ini tidak hanya berfokus pada teori. Hasil penelitian dosen dan mahasiswa juga langsung diintegrasikan ke dalam materi perkuliahan. Sejumlah riset yang telah dipublikasikan di jurnal internasional terindeks Scopus dan Sinta dijadikan referensi utama dalam proses pembelajaran.
