So’E, RakyatNTT.ID – Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan melakukan pengembangan dan rekonstruksi Pelabuhan Kolbano di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2027.

Rencana tersebut ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung oleh Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, bersama Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tenau Kupang, Simon B. Baon, pada Senin (16/3/2026).

Pelabuhan Kolbano sendiri telah dibangun sejak 2012, namun hingga kini belum beroperasi. Kondisi infrastruktur pelabuhan tersebut juga cukup memprihatinkan, dengan jembatan (trestle) yang ambruk, tiang pelabuhan terkikis ombak, serta fasilitas pendukung yang rusak dan tidak terawat.

Kepala KSOP Tenau Kupang, Simon B. Baon, menyampaikan bahwa pada April 2026 akan dimulai penyusunan Study Engineering Design (SED) sebagai dasar pengembangan pelabuhan.

“Tahun ini pada bulan April kita mulai dengan Study Engineering Design, yang akan menjadi dasar usulan pengembangan Pelabuhan Kolbano pada tahun 2027,” jelasnya.

Ia menambahkan, anggaran pengembangan pelabuhan tersebut telah masuk dalam pagu kebutuhan Tahun Anggaran 2027 Kementerian Perhubungan dengan nilai sekitar Rp20 miliar.

Menurut Simon, pelabuhan ini telah mengantongi izin operasional dari Dirjen Perhubungan Laut sejak 2023, sehingga setelah direvitalisasi dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas transportasi laut.

“Setelah dioperasikan, pelabuhan ini akan berdampak positif bagi masyarakat Kolbano dan TTS, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pergerakan orang dan barang,” ujarnya.

Pemerintah daerah TTS menyambut baik rencana tersebut dan siap memberikan dukungan penuh, termasuk dalam penyediaan lahan.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, mengatakan pihaknya akan menghibahkan lahan seluas 16.215 meter persegi kepada Kementerian Perhubungan untuk mendukung pengembangan pelabuhan. Selain itu, sekitar satu hektare lahan di sekitar dermaga juga disiapkan untuk pembangunan gudang bongkar muat.

“Pemerintah daerah siap mendukung penuh, termasuk pengurusan hibah lahan dan kebutuhan lainnya untuk kelancaran pengembangan pelabuhan,” tegas Eduard.

Selain itu, Pemkab TTS juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT untuk memperbaiki akses jalan menuju Pelabuhan Kolbano, termasuk membuka jalur alternatif dari Desa Kolbano menuju Kota Soe guna memperlancar konektivitas.

Pengembangan Pelabuhan Kolbano diharapkan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan TTS, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Saat ini, pelabuhan tersebut hanya dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk aktivitas memancing, akibat belum berfungsinya fasilitas utama secara optimal. (rnc26)