Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Di gerai pertama Kota Kupang, dengan modal awal Rp160 juta, perputaran usaha bahkan hampir mencapai dua kali lipat. Kondisi ini mendorong pelaku UMKM dan IKM untuk lebih percaya diri dalam berproduksi karena adanya kepastian pasar.
“Produk-produk lokal kini bisa tampil di etalase yang layak dan membanggakan. Ini juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Melki.
Untuk menjaga kualitas, pemerintah menerapkan standar yang relatif fleksibel. Produk kuliner minimal harus lolos uji Dinas Kesehatan, sementara produk lain seperti wastra, kriya, dan fashion harus melalui verifikasi dinas terkait.
Pemerintah juga menggandeng perbankan, termasuk penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), guna memperkuat pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Dalam pengembangannya, Pemprov NTT menerapkan strategi “Tiga Kaki”, yakni One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product. Program ini mendorong setiap desa, sekolah, hingga komunitas untuk menghasilkan produk unggulan masing-masing.
“Sekarang bahkan sekolah dan kampus mulai bergerak. Ada konsep One Campus One Product yang sedang disiapkan,” ungkap Melki.
Melihat keberhasilan di 22 kabupaten/kota, NTT Mart kini bersiap melakukan ekspansi digital melalui platform e-commerce bekerja sama dengan Bank NTT. Permintaan pembukaan gerai juga datang dari diaspora NTT di berbagai kota besar hingga luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, dan Eropa.
