Wakil Bupati Thobias Uly juga menekankan pentingnya pendekatan humanis kepada warga yang terinfeksi agar bersedia menjalani perawatan medis. Sementara itu, Sekretaris Daerah memastikan bahwa hasil tiga kali uji laboratorium menunjukkan seluruh korban positif leptospirosis.

Selain penanganan medis, aparat kepolisian turut mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak berkumpul di rumah duka maupun menggelar acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan guna mencegah penyebaran virus.

Tim gabungan kemudian melakukan kunjungan langsung ke rumah keluarga korban di Kelurahan Mebba. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pembersihan lingkungan, penyemprotan disinfektan, serta pemberian bantuan berupa sepatu bot kepada keluarga terdampak.

Upaya lain yang dilakukan meliputi penaburan kaporit di sumber air seperti sumur dan bak penampung air, serta perbaikan sanitasi lingkungan. Petugas juga akan melakukan pemantauan intensif selama 14 hari ke depan terhadap keluarga yang terdampak.

Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa leptospirosis merupakan penyakit infeksi bakteri yang ditularkan melalui urine hewan, terutama tikus, yang mencemari air dan tanah. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi, terutama saat terdapat luka pada kulit atau melalui selaput lendir.