Kupang, RakyatNTT.ID – Kegiatan Kupang Bertakbir Season III resmi dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Jumat (20/3/2026) malam. Acara ini berlangsung meriah dan sarat pesan toleransi serta kebersamaan lintas agama.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pawai takbir bukan hanya milik umat Islam, tetapi merupakan perayaan bersama seluruh masyarakat Kota Kupang dan NTT.

“Pawai ini bukan hanya milik umat Islam, tetapi merupakan pesta keberagaman warga Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur. Semangat kebersamaan yang kita lihat malam ini adalah fondasi utama pembangunan daerah ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa momentum malam takbiran menjadi simbol kuat bahwa NTT adalah rumah bersama bagi semua kalangan tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun budaya.

Menurutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat NTT, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim. Semoga kemenangan ini membawa berkah dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tambahnya.

Gubernur dari Partai Golkar tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama pelaksanaan pawai takbir.

“Saya berharap kegiatan ini berlangsung aman, tertib, dan lancar. Tidak boleh ada bendera lain selain Merah Putih yang dikibarkan. Kita pastikan NTT tetap aman dan damai,” tegasnya.

Ia pun berharap Kupang Bertakbir dapat menjadi agenda rutin tahunan yang memperkaya tradisi perayaan hari besar keagamaan di NTT secara inklusif.

“Acara ini patut dibuat setiap tahun untuk memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kupang Bertakbir Season III, Nauril Firdaus Baleti, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh generasi muda Islam Kota Kupang sebagai upaya memperkuat nilai toleransi.

“Dari Kota Kupang, Kota Kasih, kita kirimkan pesan perdamaian dan toleransi ke seluruh Indonesia. Kami ingin merajut perbedaan menjadi harmoni yang indah,” ujarnya.

Ketua PHBI Kota Kupang, Bustaman, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk mempererat persaudaraan lintas agama serta memperkuat solidaritas sosial.

Hal senada disampaikan Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhamad MS. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sempat direncanakan tidak digelar karena sejumlah pertimbangan, termasuk faktor cuaca. Namun berkat dukungan Pemerintah Provinsi NTT, acara tetap terlaksana dengan meriah.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas dukungan yang diberikan. Ini bukti bahwa NTT adalah rumah bersama bagi semua umat beragama,” ujarnya.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi lintas agama, salah satunya Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Fransiskus Asisi BTN Kota Kupang yang turut tampil membawakan lagu religi sebagai wujud nyata toleransi.

Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi NTT, tokoh agama, pimpinan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Kota Kupang, serta masyarakat umum yang memadati lokasi kegiatan. (*/rnc)