Kupang, RakyatNTT.ID Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kupang dinilai belum memberikan dampak langsung terhadap sektor pertanian di Desa Penfui Timur.

Hal ini terlihat dari belum dilibatkannya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Penfui Timur sebagai pemasok bahan baku untuk tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di desa tersebut.

Ketua KDMP Penfui Timur, Gestianus Sino, mengungkapkan bahwa sejak koperasi didirikan, kerja sama dengan SPPG baru terjadi satu kali pada awal tahun 2025.

Namun, kemitraan tersebut tidak berlanjut setelah pihak yayasan pengelola SPPG memutuskan untuk tidak lagi menggunakan koperasi sebagai penyedia bahan baku.

“Kalau dari MBG itu hanya satu kali saja sehingga ada pendapatan sekitar Rp15 juta,” ujar Gestianus saat diwawancarai usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) KDMP Penfui Timur.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum ada satu pun dari tiga SPPG di Desa Penfui Timur yang membuka peluang kerja sama lanjutan dengan koperasi desa.

Padahal, sesuai arahan pemerintah pusat, keberadaan KDMP diharapkan menjadi bagian penting dalam rantai pasok program MBG, khususnya sebagai penyedia bahan kebutuhan seperti beras, minyak goreng, LPG, sayur, dan buah-buahan.

“Ini yang kami harapkan, karena sebagian besar anggota koperasi juga bergerak di sektor pertanian,” tambahnya.

Dorong Ekonomi Desa lewat Koperasi

Tidak dilibatkannya KDMP Penfui Timur dalam program MBG dinilai menjadi hambatan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis desa.

Kehadiran koperasi seharusnya mampu menjadi jembatan antara petani dan pasar, termasuk dalam memenuhi kebutuhan dapur MBG yang tersebar di wilayah desa.

Jika kerja sama ini dapat diwujudkan secara berkelanjutan, maka perputaran ekonomi di tingkat desa diyakini akan meningkat signifikan, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani lokal.

KDMP Penfui Timur pun berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak pengelola program agar koperasi dapat dilibatkan secara aktif dalam rantai distribusi bahan baku MBG.

Dengan demikian, tujuan utama program tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan petani dan koperasi lokal. (rnc04)