Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Teheran, RakyatNTT.ID – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa juru bicaranya, Jenderal Ali Mohammad Naini, tewas dalam serangan yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kematian Naini menambah daftar panjang pejabat tinggi Iran yang gugur dalam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dimuat di situs Sepah News, IRGC menyebut Naini “gugur dalam serangan teroris pengecut dan kriminal oleh pihak Amerika-Zionis pada subuh hari.”
Sehari sebelum dilaporkan tewas, Naini sempat menegaskan bahwa Iran masih terus mengembangkan rudal, membantah klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan kemampuan tersebut telah lumpuh.
Dalam pernyataannya yang dikutip media pemerintah Iran, Naini menyebut kemampuan industri rudal negaranya berada pada level tertinggi.
“Skor industri rudal kami adalah 20 dan tidak ada kekhawatiran dalam hal ini karena kami tetap memproduksi rudal bahkan dalam kondisi perang,” ujarnya. Dalam sistem pendidikan Iran, skor 20 merupakan nilai sempurna.
Naini juga menegaskan bahwa konflik yang berlangsung belum akan berakhir dalam waktu dekat. Ia menyebut masyarakat Iran siap menghadapi perang hingga pihak lawan benar-benar kelelahan.
“Perang ini harus berakhir ketika bayang-bayang perang telah sirna dari negara ini,” katanya.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers pada Kamis (19/3/2026) mengklaim bahwa Israel bersama Amerika Serikat telah memenangkan konflik melawan Iran.
“Kami mengambil tindakan untuk menghancurkan industri yang memungkinkan produksi rudal. Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik,” ujar Netanyahu.
Ia bahkan menambahkan bahwa Iran saat ini dalam kondisi tertekan akibat serangan yang dilakukan.
“Kami menang dan Iran sedang dihancurkan,” tegasnya.
Situasi ini menandai meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, dengan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di tengah klaim saling bertolak belakang dari kedua pihak. (*/rnc)
