Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat likuiditas ke aset berisiko seperti kripto menjadi lebih terbatas, karena inflasi belum turun sesuai harapan pasar.

Dalam keputusan terbarunya, The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,50%–3,75% dan menaikkan proyeksi inflasi tahun 2026 menjadi sekitar 2,7 persen.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa kebijakan penurunan suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi, di tengah ketidakpastian global seperti konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga energi.

Situasi ini membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat menjadi semakin terbatas, sehingga berdampak pada minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Saat ini, pergerakan Bitcoin berada di kisaran USD70.000, dengan level support penting di rentang USD70.000–USD72.000 yang menjadi perhatian pelaku pasar. Jika mampu bertahan di level tersebut, harga berpotensi stabil dalam jangka pendek, didukung oleh arus masuk dana institusional.

Namun, jika level support tersebut ditembus, harga Bitcoin berpotensi melanjutkan penurunan ke level yang lebih rendah.

Antony menilai, kondisi pasar saat ini masih sangat dipengaruhi faktor makroekonomi global. Meski demikian, fase koreksi dan konsolidasi dapat dimanfaatkan investor untuk menyusun strategi investasi yang lebih matang.