Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Perempuan muda sering menjadi andalan dalam penyebaran informasi saat krisis, tetapi suara mereka belum sepenuhnya didengar. Padahal ide dan semangat mereka sangat dibutuhkan,” tegas Lucy.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Si, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan sosial dan kebencanaan.
Kegiatan ini menghadirkan talk show bertema “Perempuan dalam Resiliensi Bencana dan Perubahan Iklim” dengan narasumber Yasinta Adoe, nelayan perempuan muda dari pesisir Kota Kupang, serta Melsi Anita Mansula, pendiri Bank Sampah Mutiara Timor.
Yasinta Adoe membagikan pengalamannya mendirikan komunitas Majelis Nelayan Bersatu pada 2023 sebagai respons terhadap dampak perubahan iklim di wilayah pesisir.
“Garis pantai perlahan menghilang. Kenaikan muka air laut bukan lagi ancaman masa depan, tetapi sudah terjadi hari ini,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan akses nelayan terhadap laut akibat pembangunan di kawasan pesisir, serta pentingnya menjaga lingkungan bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Melsi Anita Mansula menjelaskan upayanya membangun Bank Sampah Mutiara Timor sebagai gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
