Akibatnya, wilayah NTT berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam beberapa hari ke depan.

Waspada Gelombang Tinggi di Laut Sawu dan Selatan NTT

Selain hujan lebat, peningkatan kecepatan angin juga berdampak pada kondisi perairan. Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan.

Untuk wilayah NTT, masyarakat perlu mewaspadai gelombang tinggi kategori 2,5–4 meter yang berpotensi terjadi di Laut Sawu dan perairan selatan NTT. Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut.

BMKG juga mencatat potensi gelombang sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) di Laut Flores dan Laut Banda yang turut berbatasan dengan wilayah NTT.

Imbauan untuk Masyarakat NTT

Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem NTT akibat bibit siklon tropis, BMKG mengimbau masyarakat agar:

  • Waspada terhadap potensi banjir, genangan, dan tanah longsor di wilayah rawan.
  • Menghindari aktivitas laut saat tinggi gelombang meningkat.
  • Memantau informasi resmi melalui kanal Info BMKG dan laman https://tropicalcyclone.bmkg.go.id.

BMKG menegaskan akan terus memperbarui informasi perkembangan sistem bibit siklon secara berkala. Kehadiran informasi resmi menjadi kunci agar masyarakat NTT tidak terpengaruh kabar bohong (hoaks) terkait kondisi cuaca. (*/rnc)